Feed on
Posts
Comments

Parkir Motor Termahal?

Silahkan dicermati gambar berikut, apakah ini tarif parkir motor termahal ?

Perlu diketahui, ini bukan parkir motor di mall-mall ataupun perkantoran yak, dimana tarif parkir dihitung perjamnya, tapi ini disebuah food court atau pujasera di daerah Tebet Utara. Lahan yang digunakan untuk tempat parkir pun seperti warung-warung dipinggir jalan biasanya, bahkan jika pengunjung membludak, lahan parkiran sampai merambah trotoar di depan pagar rumah orang.

Setahu saya untuk tempat parkir seperti ini biasanya kita cukup memberikan ongkos 1000 rupiah untuk motor.

Bagaimana menurut anda?

Me vs Bikers

Suatu pagi, saya menunggu taksi di pinggir jalan MT. Haryono, Jakarta. Dan tentu saja saya berada di trotoarnya yang kira-kira lebarnya 1 meter. Cukup kecil untuk sebuah trotoar.

Pagi itu sangat padat, kendaraan yang ada didepan saya bergerak merambat. Dan tak satupun taksi kelihatan kosong. Sambil memandang ke arah datangnya kendaraan, mencari-cari taksi dengan lampu yang menyala (walau tidak terlalu kelihatan nyala lampunya ketika sinar matahari begitu terang), dari kejauhan saya melihat sesuatu yang MENGGANGGU sekali.

Sebuah motor naik ke trotoar, diikuti motor-motor lain dibelakangnya dan makin lama makin mendekati saya. Dipicu oleh kekesalan, terlintas sebuah skenario, and ACTION!!!

Langsung dengan pura-pura bodoh, saya memalingkan muka dan memandang ke sisi lain, seolah-olah tidak melihat motor-motor itu mendekati saya.

Seperti yang sudah diduga, motor yang berada paling depan mengklakson saya dengan kurang ajarnya “TIIIINNNNN!!!”. Yang diterjemahkan oleh otak saya “MINGGIR LU, gw mo lewat!!!”.

Saya tunggu sampai motor tersebut berhenti yang kemudian diikuti oleh motor-motor dibelakangnya, lalu menoleh pelan, tidak kaget dan tidak beranjak dari tempat sediakala. Hanya menoleh dan seperti yang sudah dipersiapkan sebelumnya saya berkata “Ini trotoar pak, jalan raya nya disitu”, sambil menunjuk jalanan beraspal yang ada di depan saya. Saya memasang ekspresi tidak takut, cuek, dan mata menyampaikan pesan “tidak akan minggir” (walau sumpah, sebenernya takut juga).

Muka si pengendara tampak kesal, terlihat dari matanya, tapi ia tidak mengucapkan apa-apa. Yah mungkin sebenarnya dia sadar kalau dia salah (atau karena tidak mau ribut dengan ibu hamil). Jadi tanpa berdebat panjang, si pengendara motor turun dari trotoar dan diikuti oleh motor-motor dibelakangnya. Walau beberapa motor dibelakangnya ada yang kurang ajar sekali mengklakson saya dengan keras ketika turun dari trotoar.

Fiuh, berhasil juga skenario dadakan tadi. Sedikit dramatis dan melegakan karena bisa bertindak ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai aturan.

*Tulisan ini dimuat di KOKI *

Dominan mana?

Coba buktikan,

10 buah durian vs 10 ikan segar

Bau manakah yang dominan???

*pertanyaan ini terlintas ketika melewati sebuah pick-up bermuatan durian*

What a Life

Kalau sedang bosan dengan rutinitas, perlu dan sangat dianjurkan mencari celah agar bisa keluar dari kebosanan itu. Ya kalau tidak hidup semakin hambar dan tidak tentu arah.

Seperti yang beberapa bulan ini saya alami. Pagi-pagi berangkat ke kantor dengan suami, diantar sampai Pancoran, dari Pancoran naik bus sampai Kuningan. Melihat hampir wajah yang sama setiap harinya di dalam bus, basa-basi yang diucapkan pun selalu sama. Bahkan polisi yang berjaga di perempatan Kuningan pun saya hapal. Turun dari bus melewati security dan metal detector, sapaan yang sama selalu terdengar dari mereka “Selamat pagi, mbak!”. Sesampai di meja, mengambil dan menghidupkan laptop, mengecek email, dan mulai melakukan pekerjaan yang sama dengan hari kemarin. Fiuh, membosankan.

Tidak ada hal menarik yang bisa diceritakan.

Perlu ada usaha yang keras, dan yap, saya berusaha cukup hebat. Dengan melakukan hal yang sangat jarang dilakukan bahkan beberapa tidak pernah. Misal main game, bersih-bersih rumah (ketauan ga pernah, hihihi), luluran, pakai handy body lotion (dogh!) dan cukur bulu hidung.

Dan tidak berhasiilllll, yah mungkin karena tidak menikmati dan tidak menyukai kegiatan itu, jadi tetap tidak bisa menghilangkan kebosanan.

Dan akhirnya, entah dapat wangsit dari mana, tiba-tiba muncul ide “TIIIIINGGGGGG”.

Tin Tin

Ternyata nostalgia masa kecil bisa membuat saya bergairah dan bersemangat menjalani hidup. Konyol? Memang, saya juga heran, cerita petualangan Tin Tin ini bisa mengeluarkan saya dari kejenuhan. Imajinasi saya mengalir deras, dan emosi saya bermain hanya dengan membaca komik ini.  Tapi itu saya, entah dengan anda.

Dan kebetulan serial Petualangan Tin Tin ini sedang di cetak ulang, jadi tidak repot lagi menemukan komik ini. Dan versi barunya dibuat mini dan apik.

Sayangnya pencarian komik serial Tin Tin tidak semulus pencarian komik serial Asterix & Obelix.  Di toko buku biasanya hanya memajang maksimal 5 buku dan tidak bisa ditemukan lebih dari itu.  Apalagi komik ini tidak dicetak ulang. Hal ini semakin membuat saya semangat luar biasa untuk melakukan pencarian.

Asterix & Obelix

And terimakasih untuk suami tercinta yang sudah berjuang mencari sampai ke penerbitnya. Sungguh membuatku terharu biru. SENAANGGGNYAAA!!!!

Kadang-kadang memang hal kecil bisa membuat berpengaruh dalam menjalani hidup. Komik gitu loh!!! ck..ck..ck…

Benar-benar bikin hidup lebih hidup!!!

Older Posts »